√ Biografi Al Farabi Lengkap dan Benar dalam Sejarah Islam

Banyak tokoh ilmuwan Islam, yang telah memberikan ilmu-ilmu dunia. Ilmu ini berdasarkan dengan Al-Qur’an, di dalam Al-Qur’an Allah telah banyak menjelaskan mengenai ilmu dunia maupun ilmu akhirat. Para ilmuwan Islam terlahir dari mereka yang belajar Al-Qur’an dan merupakan orang salih.

Ciri khas umat muslim di zaman Rasulullah yaitu, generasi pemudanya sudah menjadi tokoh Islam hebat di usia yang masih sangat muda. Mereka memiliki semangat yang tinggi untuk menuntut ilmu, dan tidak menyia-nyiakan semasa hidupnya hanya untuk dunia saja. Mereka bisa meraih kesuksesan di dunia maupun di akhirat.

Salah satu tokoh Generasi muda, tokoh ilmuwan Islam yang dikenal karena ilmu filsafatnya adalah Al Farabi. Siapakah Al Farabi itu? mari kita mengenal lebih dekat, dengan Al Farabi. Yuk Kita baca Biografi Al Farabi yang lengkap dan benar dalam sejarah Islam.

Biografi Al Farabi

Al Farabi memiliki nama lengkap yaitu, Abu Muhammad ibn Muhamad ibn Tharkan ibn Auzalagh. Al Farabi lahir di wasij distrik farab, Turkinistan pada tahun 257 H (870 M). Al Farabi lahir di keluarga muslim, keluarganya adalah sama-sama dari anggota kebangsaan.

Ayah Al Farabi adalah seorang jenderal, yang berkebangsaan Persia. Sedangkan ibunya berkebangsaan Turki. Di kalangan orang-orang latin tengah, Al Farabi lebih dikenal sebagai Abu Nasrh (Abu Nasser). Dan Al Farabi dijuluki sebagai Al Farabi Farab karena namanya diambil dari kota kelahirannya yaitu Farabi.

Al Farabi adalah seorang penerus intelektual dari Al Kindi. Tetapi Al Farabi memiliki pemikiran yang agak sedikit berbeda dan memiliki kebebasan berpikir yang tingkatnya lebih tinggi. Al Farabi dengan Al Kindi memiliki perbedaan masing-masing, bahkan dikalangan umat muslim mereka diberikan julukan yang berbeda.

Jika Al Kindi dijuluki sebagai Filosof muslim, maka Al Farabi diberi gelar oleh kalangan umat muslim sebagai Falsafah muslim. Mereka banyak dikenal di kalangan umat Islam, karena mereka adalah gudang dari ilmu. Al Farabi juga dikenal sebagai guru kedua dari Aristoteles.

Masa Kecil Al Farabi

masa kecil al farabi
dakwatuna.com

Biografi Al Farabi sejak kecil sudah diajarkan dan menyukai ilmu Agama Islam. Al Farabi memiliki semangat yang tinggi dalam menuntut ilmu di jalan Allah. Bahkan Al Farabi rela berguru dengan berkelana dari berbagai kota dan Negara yang berbeda.

Baca juga Biografi Ibnu Sina Singkat & Terlengkap dalam Sejarah Islam

Dari usaha yang telah dilakukan oleh Al Farabi. Dia bisa menguasai berbagai macam bahasa. Dikabarkan Al Farabi telah menguasai bahasa sebanyak 76 bahasa. Tetapi bahasa yang sering digunakan oleh Al Farabi yaitu ada empat bahasa yaitu, Bahasa Arab, Persia, Turki dan Kurdi.

Al Farabi Berguru Mencari Ilmu

alfarabi berguru mencari ilmu
radiounisia.com

Langkah awal saat memulai menuntut ilmunya, biografi Al Farabi memulai hijrah ke kota Baghdad. Al Farabi hijrah ke Baghdad, karena Kota ini merupakan pusat dari seluruh ilmu pada saat itu. Al Farabi berikhtiar berangkat dengan menempuh jarak yang jauh, karena ingin menuntut ilmu.

Di Kota Baghdad, Al Farabi menuntut ilmu pengetahuan dari beberapa ahli ilmu di Kota tersebut. Beberapa ahli ilmu itu seperti:

  • Abu Bakar Al Saraj mempelajari ilmu kaidah bahasa Arab
  • Abu Bisyr Mattius Ibnu Yunus mempelajari ilmu logika dan filsafat

Setelah Al Farabi belajar di Baghdad, lalu dia melanjutkan kembali hijrah ke kota lain yaitu kota Harran. Kota Harran adalah kota yang menjadi salah satu pusat kebudayaan yunani di Asia kecil. Lalu Al Farabi berguru pada Yuhanna Ibnu Jailani.

Tetapi hal ini tidak berlangsung secara lama, Al Farabi kemudian kembali ke kota Baghdad untuk kembali memperdalam ilmunya yaitu ilmu filsafat. Al Farabi memperdalam ilmu filsafat di Kota Baghdad, bahkan hingga Al Farabi mampu mencapai ilmu mantiq (ilmu logika).

Al Farabi juga mendapatkan predikat guru kedua. Karena dia adalah orang pertama yang memasukkan ilmu logika kedalam kebudayaan Arab. Perjalanan menuntut ilmu dia lanjutkan ke Damaskus. Disana dia berkenalan dengan Saif Ad Daulah Al Hamdani (Sultan Dinasti Hamdan di Aleppo). Disinilah Al Fararabi diangkat menjadi ulama istana.

Pemikiran Al Farabi

ibnu sina
inpasonline.com

Pemikiran filsafat Al Farabi digolongkan menjadi beberapa macam bentuk pemikiran filsafatnya. Seperti Rekonsilisasi Al Farabi, Ketuhanan, Emanasi, Kenabian, Kenegaraan, Politik Jiwa dan Akal. Yang akan kita bahas disini yaitu mengenai Kenegaraan dan Masyarakatnya yaitu:

  1. Masyarakat sempurna besar, adalah masyarakat dari gabungan banyak bangsa yang sepakat untuk bergabung dan saling membantu untuk kerjasama.
  2. Masyarakat semourna sedang, adalah masyarakat yang terdiri dari satu bangsa yang menghuni di wilayah bumi ini (Negara Nasional).
  3. Masyrakat sempurna kecil, adalah masyarakat yang terdiri dari penghuni satu Kota.
  4. Masyrakat yang belum sempurna, adalah masyarakat yang kehidupan sosialnya di tingkat desa dan keluarga.

Al Farabi membagi Negara dalam 5 bentuk yaitu:

  1. Negara utama yaitu ( Al Madinah Al Fadilah), Negara yang dipimpin oleh Nabi dan dilanjutkan oleh para penduduk selanjutnya yaitu penduduk yang merasakan kebahagiaan.
  2. Negara orang-orang bodoh ( Al Madinah Al Jahilah), adalh Negara yang penduduknya tidak mengenal kebahagiaan.
  3. Negara orang-orang fasik, adalh Negara yang penduduknya mengenal kebahagiaan. Tetapi tingkah laku mereka sama dengan penduduk Negara orang-orang bodoh.
  4. Negara yang berubah-ubah (Al Madinah Al Mutabadillah), Negara yang awalnya penduduknya pemikiran dan pendapat seperti penduduk negara utama, tetapi kemudian mengalami kerusakan.
  5. Negara Sesat (Al Madinah Ad Dallah), Negara yang dipimpin oleh orang yang menganggap dirinya mendapatkan wahyu dan kemudian dia menipu orang dengan perbuatan dan ucapan mereka.

Perumpamaan fungsi utama dari pemikiran Al Farabi adalah, bahwa fungsi kepala Negara itu sebanding dengan fungsi jantung ( Al Qalb) di dalam tubuh manusia. Jadi kepala negara itu seperti jantung untuk negara yang dipimpinnya.

Karya-Karya Al Farabi

makalah
tirto.id

Al Farabi dikenal sebagai salah satu tokoh ahli filsafat muslim yang terkenal. Banyak bukti dari kecerdasannya dan ilmu pengetahuan filsafatnya, yang dibuat karya ilmiah baik yang tertulis maupun tidak tertulis. Berikut ini beberapa karya tulis ilmiah Al Farabi seperti:

  • Al-jam’u baina ra’yay Al-hakimain Aflathun wa aristhu
  • Tahqiq ghardh aristhu fi kitab ma ba’da ath-thabi’ah
  • Syarah risalah zainun al-kabir al-yunani
  • At-ta’liqat
  • Risalah fima yujibu Ma’rifat Qabla Ta’allumi Al-falsafah

AL Farabi menjadi ahli filsafat besar dan terkenal di masa kejayaan Islam. Dia memiliki banyak ilmu dalam berbagai bidang seperti:

  • Ilmu Matematika
  • Ilmu Kimia
  • Ilmu astronomi
  • Ilmu Kemiliteran
  • Ilmu Musik
  • Ilmu Filsafat
  • Ilmu Ketuhanan
  • Ilmu Mantiq
  • Ilmu Fiqih

Banyak ilmu yang telah dikuasai oleh Al Farabi, Sumber ilmu Al Farabi juga berasal dari Al Qur’an dan Hadits yang menjadi konsep kepemimpinan ideal Al Farabi. Al Farabi lalu mendirikan tonggak-tonggak filsafat Islam, yang kemudian banyak diikuti oleh Filosof Islam lainnya.

Wafatnya Al Farabi

wafatnya al farabi
wikipedia.com

Saat Al Farabi menuntut ilmu di Damaskus. Disana Al Farabi menemui ajalnya di usia 80 tahun, pada Rajab 339 Hijriyah ( Desember 950 Masehi). Al Farabi telah meninggal saat pemerintahan Khalifah Al Muthi’, yaitu di masa Dinasti Abbasiyyah.

Al Farabi meninggal dengan meninggalkan dengan jasa segudang ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat hingga saat ini. Ilmu Al Farabi membuat suatu perubahan besar di kalangan umat Islam. Ilmu Al Farabi banyak menginspirasi para ilmuwan Islam dan filsafat lainnya.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Al-Farabi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *