Biografi Salahuddin Al Ayyubi Lengkap & Benar dalam Sejarah Islam

Sekarang kita akan membahas tentang, biografi seorang pemuda Islam yang hebat dalam peperangan. Dia adalah tokoh pemimpin besar umat Islam yang dikenal luas dalam sejarah Islam maupun sejarah Barat. Dia dikenal saat dia menjadi panglima perang, melawan Kerajaan Jerussalem.

Siapakah laki-laki ini? langsung saja mari kita membaca dan memperdalam ilmu sejarah Islam kita, dengan membaca biografi Salahuddin Al Ayyubi. Selamat membaca :).

Biografi Salahuddin Al Ayyubi

biografi salahuddin al ayyubi
pinterest.com

Salahuddin Al Ayyubi memiliki nama asli yaitu, Yusuf bin Najmuddin. Dia berasal dari bukan kalangan orang Arab, melainkan berasal dari suku Kurdi. Dia lahir dari keluarga Kurdish pada tahun 1138 M, di Kota Tirkit, Irak. Kota ini terletak di antara Baghdad dan Mosul.

Salahuddin Al Ayyubi adalah seorang panglima besar umat Islam, yang dikenal dengan kepemimpinannya saat perang. Salahuddin menjadi di kenal luas, sejak penaklukan kerajaan Jerussalem yang di pimpin oleh Guy The Lusignan.

Sifat kesatria Salahuddin dan kecerdasannya saat membuat strategi militer saat perang, membuatnya selalu menang dalam perang. Tidak hanya itu, Salahuddin juga dibantu oleh para pasukannya yang memiliki keberanian dengan niat jihad di jalan Allah.

Salahuddin terkenal di dunia umat muslim maupun di dunia barat. Dia menjadi dikenal luas karena kekuatan militernya dan dia adalah seorang ulama. Salahuddin mengamalkan ilmu dan kecerdasan yang dimilikinya, dengan memberikan catatan kaki dan beberapa macam penjelasan di dalam kitab Hadits Abu Dawud.

Masa Kecil Salahuddin Al Ayyubi

berkuda dan berlatih militer
an-najah.com

Najmuddin Ayyub yaitu ayah dari Salahuddin bersama dengan keluarganya berpindah di Mosul. Disana ayahnya diangkat menjadi Gubernur Balbek dan tinggal bersama pemimpin besar lainnya yaitu Imadun Az-Zanki. Tidak hanya itu, ayahnya juga menjadi pembantu dekat Raja Suriah Nuruddin Mahmud.

Di Balbek, di lingkungan barunya. Salahuddin mengisi masa kecilnya dengan belajar berkuda, memanah, menggunakan senjata. Lalu dia juga dengan rajin menekuni teknik maupun strategi perang dan politik. Keahlian Salahuddin tidak hanya disini saja.

Biografi Salahuddin Al Ayyubi sejak kecil, mulai mempelajari Al-Qur’an dan menghafalnya. Dia juga menghafalkan hadits-hadits Rasulullah, mempelajari bahasa dan sastra arab dan berbagai ilmu-ilmu lainnya. Kemudian Salahuddin melanjutkan pendidikannya ke Damaskus selama 10 Tahun di dalam lingkungan Istana Nuruddin.

Selain belajar Agama Islam, Salahuddin diajari oleh pamannya mengenai kemiliteran. Pamannya bernama Asaddin Shirkuh yang dikenal sebagai panglima perang Turki Seljuk. Tahun 1169 M, Salahuddin diangkat menjadi seorang Wazir (konselor).

Salahuddin bersama dengan pamannya, diperintahkan Sulltan Nuruddin untuk pergi ke Mesir. Lalu mereka pergi dari Damaskus ke Mesir untuk Menjalankan perintah Sultan, yaitu membebaskan Mesir dari serangan pasukan Kristen. Dan menyatukan semua wilayah Islam yang telah tercerai berai saat itu.

Diangkat Menjadi Mentri Mesir

melawan pasukan salib
hidayatullah.com

Sultan Nuruddin mengirimkan pasukan dari Damaskus untuk membantu Salahuddin bersama dengan pamannya saat melawan pasukan salib di Mesir. Ketika mengetahui kedatangan pasukan yang berjumlah besar ini, pasukan salib yang berada di Mesir berlari kocar-kacir. Sehingga hanya Daulah Fathimiyah saja, yang dihadapi oleh Salahuddin dan pamannya.

Daulah Fathimiyah pun berhasil dihancurkan. Salahuddin lalu diangkat menjadi mentri di wilayah Mesir. Tidak lama menjabat sebagai mentri di Mesir, setelah dua bulan lalu Salahuddin diangkat menjadi wakil dari khalifah Dinasti Ayyubiyah.

Baca juga √ Biografi Al Farabi Lengkap dan Benar dalam Sejarah Islam

Kemajuan Kempemimpinan Salahuddin Al Ayyubi

cerita singkat
dream.co.id

Salahuddin Al Ayyubi kemudian menjadi Khalifah yang memimpin Syria dan Mesir. Salahuddin telah membuat perubahan besar, kehebatan salahuddin telah mengembalikan Mesir kembali pada Ahlus Sunnah Wal Jamaah dan memberantas pemikiran syiah yang telah lama ada di Mesir.

Keberhasilan lainnya yaitu, Salahuddin telah menyatukan banyak wilayah islam yang telah tercerai berai pada saat itu. Kebijakan lainnya, dia telah mengganti penyebutan nama-nama khalifah Fathimiyah menjadi Khalifah Abbasiyah dalam khutbah jum’at.

Kemajuan yang telah dibuat oleh Salahuddin dalam Islam, membuatnya dikenal sebagai salah satu Khalifah Islam yang mempunyai Kerajaan Islam terbesar. Selain itu Salahuddin dikenal memiliki kepribadian dan akhlak yang religius, membuat dirinya sebagai contoh pemimpin yang beriman kepada Allah.

Kepemimpinannya yang telah berjalan dengan baik dan memberikan kemajuan untuk masyarakat. Membuat dirinya mendapatkan dukungan yang kuat. Dukungan yang kuat ini lalu digunakannya sebagai kampanye jihadnya ke Yerussalem, untuk menaklukkan kerajaan Yerussalem yang telah dikuasai oleh pihak kristen.

Perang Hathin

kisah salahuddin
hidayatullah.com

Kampanye yang telah Salahuddin lakukan, telah berhasil menyatukan penduduk-penduduk Syam, Irak, Yaman, Hijaz dan Maroko di bawah kepemimpinannya. Persiapan perang untuk melawan pasukan salib, telah dipersiapkan secara matang oleh Salahuddin.

Salahuddin telah membuat kaum muslimin sadar, dengan berdakwah dan menyemarakkan persatuan dan kesatuan umat. Salhuddin telah menyalakan semangat kaum muslimin yang telah lama padam. Para umat muslim pun akhirnya sadar bahwa mereka harus melawan pasukan salib.

Salahuddin juga telah mempersiapkan pertahanan untuk berperang dengan membangun markas militer, benteng-benteng perbatasan, menambah jumlah pasukan, memperbaiki kapal-kapal untuk jalur air dan persiapan lain-lainnya.

Namun saat tahun 580 H. Salahuddin menderita penyakit yang berat, tetapi semangat untuk membebaskan Jerussalaem semakin kuat tekadnya. Dengan pertolongan Allah, Salahuddin sembuh dari sakitnya. Dia ingin mewujudkan cita-citanya untuk membebaskan Jerussalem dari pasukan salib.

Membebaskan Jerussalem bukanlah hal yang mudah, Salahuddin dan pasukannya harus menghadapi pasukan salib di Hathin dahulu. Lalu perang ini dikenal dengan Perang Hathin, yaitu perang besar sebagai pembuka perang Jerussalem. Dalam perang ini, kaum muslimin berjumlah 63.000 pasukan. Pasukan ini terdiri dari Para ulama dan orang-orang shaleh, yang berhasil membunuh 30.000 pasukan salib dan menawan 30.000 pasukan lainnya.

Perang Menaklukkan Jerussalem

kehebatan salahuddin
an-najah.com

Setelah melakukan perang Hathin, pasukan Salahuddin dan kaum muslimin akhirnya tiba di Al-Quds Jerussalem. Pasukan kuum muslimin dengan jumlah besar ini, lalu mengepung kota suci ini. Perang pun terjadi dengan dahsyat, pasukan salib terus bertahan dan beberapa pemimpin muslim menemui syahidnya.

Melihat keadaan seperti ini, kaum muslim semakin bersemangat untuk menaklukan pasukan salib. Namun pasukan salib semakin memancing emosi kaum muslim. Mereka dengan lancang menaruh salib besar di atas Kubatu Shakhrakh.

Salahuddin dengan beberapa pasukan kaum muslim, segera bergerak cepat menuju Kubbatu Shakhrakh untuk menghentikan kelancangan pasukan salib. Akhirnya kaum muslimin telah berhasil menjatuhkan dan membakar salib tersebut.

Hal ini membuat pasukan salib mulai terpojok dan tercerai-berai. Lalu mereka mengajak berunding untuk menyaerah. akan tetapi Salahuddin tidak ingin menyisakan seorang pun dari kaum Nasrani, seperti halnya dahulu mereka tidak menyisakan seorang pun kaum muslim saat menaklukan Jerussalem.

Pemimpin perang pasukan salib Balian bin Bazran, tidak hanya ambil diam. Dia telah mengancam Salahuddin dan umat muslim. Dia mengancam apabila kaum muslim tidak menjamin keselamatan kaum Nasrani, maka mereka akan membunuh semua tahanan kaum muslim yang berjumlah 4000 orang.

Tidak hanya itu, dia akan membunuh anak-anak dan para wanita. Menghancurkan bangunan-bangunan, menghancurkan Kubatu Shakhrakh. Semakin brutal hal yang ingin mereka lakukan. Bahkan mereka ingin sampai titik darah pennghabisan.

Salahuddin lalu menuruti keinginan pasukan salib, dengan syarat agar setiap laki-laki dari mereka membayar 10 dinar. Untuk perempuan membayar 5 dinar, anak-anak 2 dinar. Pasukan salib akhirnya pergi meninggalkan Jerussalem dengan hina. Kaum muslimin puin berhasil membebaskan kota suci untuk kedua kalinya.

Jerussalem berhasil kembali pada pangkuan Islam. Jerussalem telah dimasuki Salahuddin pada hari jum’at 27 Rajab 583 H / 2 oktober 1187. Kemudian Salahuddin mengeluarkan dan menghancurkan salib-salib yang terdapat di Masjid Al-Aqsa. Salahuddin berhasil membawa kembali kehormatan Masjid ini dan meraih kemenangan untuk Islam.

Wafatnya Salahuddin

makam salahuddin
hidayatullah.com

Sebagaimana manusia pada umumnya, Biografi Salahuddin Al Ayyubi meninggal dunia pada usia 55 tahun. Dia meninggal pada 16 safar 589 H, bertepatan dengan 21 februari 1193 di Kota Damaskus. Salahuddin meninggal saat mengalami sakit demam selama 12 hari.

Baca juga Biografi Imam Bukhari Singkat & Lengkap yang Benar dalam Sejarah Islam

Kaum muslimin rami-ramai menshalati jenazahnya. Anak-anak Salahuddin seperti Ali, Utsman dan Ghazi ikut turut mengantarkan ayahnya ke tempat makam peristirahatan terakhirnya. Perjuangan yang telah dilakukan oleh Salahuddin telah membuat perubahan besar, perubahan yang baik, yang sampai saat ini bisa kita rasakan.

Nama Salahuddin tetap terkenang hingga sekarang dan tercatat dalam sejarah Islam. Bahkan kisah Salahuddin juga di buat film yang berjudul ” Kingdom Of Heaven “.

Dengan belajar dari kisah Salahuddin, kita bisa mempelajari mengenai perjuangannya jihad di jalan Allah dan berjuang menegakkan Agama Islam, serta mensejahterakan seluruh umat Muslim dengan membebaskan Masjidil Aqsa dari pasukan salib.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Salahuddin_Ayyubi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *