Fungsi Amperemeter Secara Lengkap (Pengertian, Jenis, Cara & Harga)

Istilah Ampere meter memang tidak asing lagi dalam kehidupan kita. Alat ukur ini merupakan bagian dari kecanggihan teknologi yang berguna sekali untuk membantu sebagian aktivitas manusia. Istilah ini juga sangat berkaitan erat dengan alat ukur seperti voltmeter.

Namun, tentu setiap alat ukur memiliki fungsi yang berbeda- beda. Eksekusi serta metode kerjanya juga berbeda. Kedua alat ini selalu berhubungan dengan hal- hal yang berkaitan dengan listrik.

seperti fungsi avometer ialah digunakan untuk mengukur kuat arus listrik ataupun ampere. Fungsi Ohm meter digunakan untuk mengukur hambatan listrik maupun ohm. Sedangkan, fungsi voltmeter biasa digunakan untuk mengukur tegangan listrik.

Lalu, apa fungsi ampere meter itu?

Untuk lebih jelasnya mari kita simak penjelasannya di bawah ini.

Pengertian Amperemeter

pengertian amperemeter
wikipedia.org

Apa itu Amperemeter?

Ampere meter merupakan salah satu alat ukur yang biasa digunakan untuk mengukur seberapa besar kuat arus listrik yang ada pada suatu rangkaian.

Jika kamu memakai alat ini, kamu akan menjumpai tulisan A dan mA yang mempunyai arti yaitu:

  • A merupakan Ampere meter
  • mA merupakan miliamperemeter atau mikroamperemeter

Alat ukur ini digunakan oleh para teknisi dalam eksekusi alat multitester atau avometer yang mana ialah gabungan dari kegunaan ampere meter, ohmmeter, dan juga voltmeter.

Pembuatan Ampere meter umumnya membutuhkan susunan yang disebut dengan shunt dan mikro ampere meter. Lapisan itu nanti yang berguna dalam mendeteksi arus yang terdapat pada rangkaian dengan arus yang kecil, sebaliknya untuk hambatan shunt untuk arus besar.

Fungsi Amperemeter

fungsi amperemeter
olx.co.id

Apa Fungsi Amperemeter itu ?

Alat ukur ini biasa digunakan sebagai alat ukur kuat arus listrik dalam rangkaian tertutup. Berbeda dengan voltmeter yang berfungsi untuk mengukur beda potensial yang ada di 2 titik yang ada pada rangkaian listrik. Namun, voltmeter ini hanya digunakan untuk rangkaian yang dipasang paralel.

Sedangkan, jika Ampere meter rangkaiannya juga secara paralel namun bersamaan dengan resistansi yang dinamakan resistensi shunt (Rsh). Rangkaian tersebut bisa memperbesar batas ukur alat ini. Seperti yang diketahui, alat ukur ini mempunyai batas maksimal pengukuran yang harus dipahami.

Bagian-Bagian Amperemeter

Di dalam ampere meter ada kumparan kawat, magnet, pegas spiral, skala kalibrasi, dan jarum penunjuk yang dapat dibuat dari besi, coil maupun bimetal.

  • Terminal positif dan negatif.
  • Batasan ukur.
  • Skala tinggi serta rendah

Adapun untuk rumusnya adalah:

I=V/ R

Catatan:

  • V atau Volt berarti Tegangan
  • I atau Ampere berarti Arus
  • R atau Ohm berarti Hambatan

Dalam ilmu fisika, A merupakan lambang dari Ampere, yang merupakan satuan dari SI guna untuk menunjukkan kuat besarnya pada arus listrik. Tetapi, juga tidak sedikit menyebutnya dengan istilah Amp.

Jadi, dalam hal ini 1 Ampere atau Amp berarti menandakan arus tegangan listrik yang alirannya dari kutub positif ke kutub negatif. Dengan jarak terpisah dan penampang yang diabaikan akan mampu memunculkan gaya dengan sebesar 2 x 10- 7 newton/ meter.

Cara Kerja Amperemeter

cara kerja
monotaro.id

Fungsi amperemeter bekerja pada saat terdapat arus mengalir di kumparan yang diselimuti medan magnet. Perisitiwa ini disebut gaya Lorentz. Gaya Lorentz ini menggerakkan jarum penunjuk ampere meter semakin besar arus, semakin besar pula simpangan di ampere meter.

Ampere meter yang bekerja baik memiliki hambatan dalam yang kecil. Semakin kecil hambatan, maka semakin akurat kuat arus yang terukur. Coil yang berkualitas juga membantu memberikan hasil pengukuran akurat dan optimal.

Untuk mengukur kuat arus yang lebih besar dari batas, bisa ditambahkan hambatan maupun resistensi yang dirangkai secara parallel, yang disebut dengan nama hambatan Shunt.

Kemampuan fungsi amperemeter dapat ditingkatkan dengan meningkatkan hambatan shunt dengan secara parallel terhadap alat ampere meter. Besar pada hambatan shunt itu sendiri bergantung seberapa besar kemampuannya akan ditingkatkanya.

Contoh pertama tegangan arus maksimumnya merupakan I, namun akan ditingkatkan lagi menjadi I’= n. I, sehingga besar hambatan shunt.

Rsh = Rg= (n- 1)

RG  = Hambatan galvanometer mula- mula.

Cara Menggunakan Amperemeter dengan Benar

cara menggunakan amperemeter
pengelasan.net

Dalam menggunakan ampere meter kita harus benar, jika tidak maka hasilnya akan kurang tepat dan bisa juga akan minus bila salah. Perlu kalian tahu, terdapat 2 cara memakai ampere meter untuk pengukuran. Berikut ini adalah caranya:

Cara Menggunakan Ampere Yang tanpa Clamp Ampere

Apa itu clamp Ampere?

Definisi kata clamp merupakan menggenggam. Alat ini biasa digunakan untuk membentuk kalang tertutup. Bentuknya melingkar yang mana bisa disatukan maupun dipisahkan dengan alat ukur. Ampere meter yang tidak menggunakan clamp ampere adalah jenis analog. Untuk jenis ini, cara pengukurannya yaitu:

  1. Pasang alat ukur ini menjadi seri dengan beban yang ada.
  2. Knob pemilih cakupan harus diatur mendekati cakupan yang sesuai atau telah diprediksi menurut perhitungan arus yang dilakukan secara teori.
  3. Tentukan range batas ampere dengan cara memutarkan knob pada alat ukur.
  4. Jika kalian telah memastikan rangkaian telah benar, nyalakan sumber tegangan, cermati jarum penunjuk yang terdapat pada skala V dan juga A. Pembacaan yang tepat bisa ditunjukkan dari posisi jarum yang lebih besar dari 60% skala penuh meter.
  5. Periksa cakupan yang terdapat jika mengalami simpangan yang terlalu kecil. Kalian juga diharapkan mengecek pembacaan cakupan. Bila“ Ya” berarti pembacaan masih terletak di bawah cakupan pengukuran. Oleh karenanya, kalian bisa mematikan power supply. Ubah knob ke cakupan yang lebih kecil.
  6. Setelah itu, hidupkan sumber tegangan dari baca jarum penunjuk lagi agar lebih mudah untuk dibaca.
  7. Step terakhir merupakan menghindari kesalahan pemasangan polaritas sumber tegangan. Kenapa? Hal ini akan menimbulkan arah simpangan jarum menjadi berlawanan dengan semestinya. Jangan sampai arus sangat besar karena akan merusak jarum penunjuk yang terdapat pada alat ini. Catatan: “Dalam pengukuran, perhatikan polaritas pada saat kalian mengukur Ampere jenis DC.”

Cara Menggunakan Amperemeter yang mempunyai Clamp Ampere

Jenis yang biasanya memiliki Clamp Ampere merupakan model Ampere meter Digital, dalam konteks menyatu maupun terpisah dengan alat ukur. Cara mengukur memakai ampere meter ini yaitu:

  • Kalian tidak perlu memutus rangkaian saat mengukur.
  • Letakkan saja Clamp Ampere di kabel yang ingin diukur.
  • Sebelum itu, pilihlah range yang sesuai.

Jenis-Jenis Amperemeter

jenis jenis
ngertiaja.com

Berikut ini macam-macam ampere meter yang harus kalian ketahui:

Amperemeter AC

Ampere meter AC merupakan salah satu alat ukur AC yang digunakan untuk mengetahui besar kecilnya arus yang ada pada rangkaian listrik AC. Alat ukur ini biasa ada pada susunan seri. Alat ini akan memperoleh arus yang melalui penghantar yang telah terpasang pada suatu rangkaian listrik AC.

Berikut merupakan cara penggunaan alat ini:

  • Hal pertama yaitu menyambungkan Amperemeter AC dengan konduktor yang sudah dipotong sebelumnya.
  • Kemudian, kalian harus mengukur arus listrik dengan cara mencermati jarum yang mengarah ke angka yang ada pada Amperemeter AC.
  • Pahami karakteristik Amperemeter AC untuk mendapatkan besaran arus listrik.
  • Hitung arus listrik dengan cara mengalikan angka yang telah ditunjuk dan angka dalam skala maksimum untuk mengetahui hasilnya.

Amperemeter DC

Jenis kedua merupakan Amperemeter DC yang juga merupakan alat ukur DC. Dari sini, bisa disimpulkan bahwa fungsi Amperemeter tidak cuma bisa digunakan untuk mengukur arus listrik AC saja, namun juga bisa mengukur DC yang terhubung secara seri. Untuk cara penggunaannya, tidak jauh berbeda dengan cara menggunakan jenis AC.

Harga Amperemeter

harga
bukalapak.com

Berapa Harga Alat Ampere meter?

Untuk harga alat amperemeter ini kalian bisa dengan mudah melihatnya pada situs penjualan online. Pada gambar di atas bisa untuk menjadi referensi kalian, Semoga bisa membantu.

Sumber: https://www.pengelasan.net/amperemeter/

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *